Tag: viral

Berita Viral

Viral Pria Beri Buket Uang Ke Pacar Dengan Prank

Hari Valentine merupakan hari yang biasanya digunakan untuk mengungkapkan rasa sayang dan cinta kepada orang lain.

Tak jarang pula banyak pasangan yang memberikan kado special untuk orang – orang yang disayang. Seperti seorang pria bernama Andry Leo yang mengunggah video TikTok yang memperlihatkan kado valentine untuk sang kekasih.

Video tersbut ia unggah pada akun TikTok miliknya, @andryleonaire. Andry memberikan kado untuk kekasihnya berupa buket uang.

Tak tanggung – tanggung, nominal dari buket uang itu senilai Rp 40 juta. Kini, video yang tengah viral tersebut telah ditonton selama lebih dari 2 juta kali.

Andry menuturkan bahwa video itu ia buat pada 14 Februari, tepat perayaan hari Valentine. Diketahui, sang kekasih bernama Vivi.

Dalam video tersebut, Andry berpura – pura meminta kepada vivi untuk membuatkan buket uang yang akan ia berikan kepada sang ibu.

“Saya bilang untuk ibu dan suruh dia sendiri yang cari bahan-bahannya,” terangnya. Vivi pun tak menolak, ia lantas menyiapkan bahan-bahan untuk membuat buket itu, dengan membeli secara online.

Hingga pada saatnya tiba, ia membuat buket tersebut dari siang hingga sore. Lebih lanjut, tutur Andry, total nominal yang telah dibuat sebagai buket, baru sekitar 1 juta rupiah.

Hal tersebut, lantaran Vivi baru pertama kali membuat dan ia cukup merasa kesulitan. “Yang dibuket cuma satu jutaan karena dia baru pertama kali buat dan kesulitan,” terangnya.

Namun, karena Andry tak tega, maka ia segera memberitahu pada Vivi, bahwa buket uang itu sebenarnya untuk dirinya, sembari memberikan bergepok-gepok uang, sehingga total nominal yang diberikan senilai Rp 40 juta.

Alhasil, sang kekasih terlihat terkejut, dan ia menangis saat mengetahui, bahwa kado yang ia buat itu ternyata untuk dirinya.

Kemudian, pria yang tinggal di Medan ini, memberikan alasan dirinya memberikan buket uang kepada sang kekasih.

“Pertama mau kasih 50 juta, karena ingat angka hoki dia 4 jadi saya kasi 40 juta deh,” terangnya. Pemilik akun Instagram @andryleonaire ini mengatakan, kado itu dibuat tidak hanya sebagai kado valentine, melainkan juga sebagai kado untuk 3 tahun hari jadi hubungan mereka.

Yang kebetulan, bertepatan dengan hari valentine, yaitu 14 Februari. “Cuma ini valentine + 3 years anniversary di hari yang sama,” bebernya.

Berita Viral

Viral Warga di Desa Tuban Borong Mobil. Ada Apa?

Di media sosial, baru saja tersebar rekaman video yang menampilkan kedatangan sejumlah mobil baru yang diangkut menggunakan truk towing.

Belasan mobil baru tersebut dikirim ke rumah warga sambil dikawal mobil patroli pengawalan (Patwal) polisi.

Unggahan video tersebut dibagikan oleh salah satu akun bernama Berkelana ke grup Facebook Jaringan Informasi Tuban.

“Barokallah dan tiga emoticon tangan menadah,” tulisnya, Minggu 14 Februari 2021. Video serupa juga ramai di sosial media TikTok saat diungah oleh akun @rizkii.02.

“borong motor sudah biasaa ##fyp ##fyp? ##foryoupage ##krisbeekingoyang ##viral” setelah ditelusuri, lokasi perekaman video itu berada di Sumurgeneng, Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Saat dikonfirmasi, Kepasa Desa (Kades) Sumurgeneng, Gihanto membenarkan bahwa sejumlah warganya baru saja membeli mobil – mobil baru hingga videonya viral di media sosial.

“Iya benar, itu kemarin membeli 17 unit mobil dari Surabaya secara bersamaan lalu dikirim pakai truk towing terus dikawal sama mobil patwal juga,” ujar Gihanto, Selasa 16 Februari 2021.  

Sejumlah mobil yang dibeli, kata Gihanto, di antaranya yakni Toyota Innova, Rush, Yaris, Xpander, hingga Pajero.

Ia menuturkan, warga membeli mobil baru dengan uang yang berasal dari pembayaran ganti rugi lahan untuk proyek pembangunan Kilang Tuban atau New Grass Root Refinery (NGRR) di wilayah Kecamatan Jenu.

“Mereka membelinya dengan uang hasil penjualan atau ganti rugi tanah miliknya sendiri dari Pertamina dengan harga Rp 600.000-800.000 per meter,” terang Gihanto.

Gihanto menambahkan, tercatat ada 180 an mobil baru yang dibeli warga sejak mereka menerima uang ganti rugi lahan kolang minyak hingga saat ini.

Satu warga, imbuhnya, ada yang membeli 2 sampai 4 mobil dengan menggunakan uang tersebut. “Ini depan rumah saya ini punya empat mobil, tapi rata-rata ya dua mobil. Kalau totalnya ya 180-an, itu belum yang mobil bekas,” papar Gihanto.

Sementara itu, total ada 840 KK di Desa Sumurgeneng, sedangkan warga yang menjual lahannya karena masuk penetapan lokasi (penlok) kilang minyak ada sekitar 225 KK.

Dia mengungkapkan, rata-rata warga Desa Sumurgeneng mendapatkan uang ganti rugi lahan untuk proyek pembangunan kilang minyak sebesar Rp 8 miliar. “Jadi warga itu ada yang terima sampai Rp 26 miliar. Paling banyak itu Rp 28 miliar,” kata Gihanto.

Di media sosial, baru saja tersebar rekaman video yang menampilkan kedatangan sejumlah mobil baru yang diangkut menggunakan truk towing.

Belasan mobil baru tersebut dikirim ke rumah warga sambil dikawal mobil patroli pengawalan (Patwal) polisi.

Unggahan video tersebut dibagikan oleh salah satu akun bernama Berkelana ke grup Facebook Jaringan Informasi Tuban.

“Barokallah dan tiga emoticon tangan menadah,” tulisnya, Minggu 14 Februari 2021. Video serupa juga ramai di sosial media TikTok saat diungah oleh akun @rizkii.02.

“borong motor sudah biasaa ##fyp ##fyp? ##foryoupage ##krisbeekingoyang ##viral” setelah ditelusuri, lokasi perekaman video itu berada di Sumurgeneng, Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Saat dikonfirmasi, Kepasa Desa (Kades) Sumurgeneng, Gihanto membenarkan bahwa sejumlah warganya baru saja membeli mobil – mobil baru hingga videonya viral di media sosial.

“Iya benar, itu kemarin membeli 17 unit mobil dari Surabaya secara bersamaan lalu dikirim pakai truk towing terus dikawal sama mobil patwal juga,” ujar Gihanto, Selasa 16 Februari 2021.  

Sejumlah mobil yang dibeli, kata Gihanto, di antaranya yakni Toyota Innova, Rush, Yaris, Xpander, hingga Pajero.

Ia menuturkan, warga membeli mobil baru dengan uang yang berasal dari pembayaran ganti rugi lahan untuk proyek pembangunan Kilang Tuban atau New Grass Root Refinery (NGRR) di wilayah Kecamatan Jenu.

“Mereka membelinya dengan uang hasil penjualan atau ganti rugi tanah miliknya sendiri dari Pertamina dengan harga Rp 600.000-800.000 per meter,” terang Gihanto.

Gihanto menambahkan, tercatat ada 180 an mobil baru yang dibeli warga sejak mereka menerima uang ganti rugi lahan kolang minyak hingga saat ini.

Satu warga, imbuhnya, ada yang membeli 2 sampai 4 mobil dengan menggunakan uang tersebut. “Ini depan rumah saya ini punya empat mobil, tapi rata-rata ya dua mobil. Kalau totalnya ya 180-an, itu belum yang mobil bekas,” papar Gihanto.

Sementara itu, total ada 840 KK di Desa Sumurgeneng, sedangkan warga yang menjual lahannya karena masuk penetapan lokasi (penlok) kilang minyak ada sekitar 225 KK.

Dia mengungkapkan, rata-rata warga Desa Sumurgeneng mendapatkan uang ganti rugi lahan untuk proyek pembangunan kilang minyak sebesar Rp 8 miliar. “Jadi warga itu ada yang terima sampai Rp 26 miliar. Paling banyak itu Rp 28 miliar,” kata Gihanto.

Berita Viral

Warga Sidrap Pesta Joget India di Tengah Pandemi, Satgas Turun Tangan

Pandemic Covid – 19 seakan belim ada tanda untuk berakhir. Alhi – alih menjaga diri dan mengurangi korban, masyarakat Indonesia malah semakin banyak yang tak peduli dengan hal ini.

Viral di media sosial warga di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, melakukan pesta joget India dengan mengabaikan protocol kesehatan atau prokes. Satgas COVID-19 Sidrap turun tangan menelusuri peristiwa yang menjadi viral itu.

“Pemda didukung TNI dan Polri akan tegas dalam kegiatan yang melanggar prokes dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait upaya penegakan hukum terhadap kegiatan yang melanggar prokes tersebut,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap Sudirman Bungi.

Dari penelusuran, peristiwa viral warga pesta joget India tersebut terjadi di Jalur Dua, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Diketahui, pesta tersebut merupakan hajatan pindah rumah seorang pengusaha.

Dalam video berdurasi 29 detik tersebut tampak para tamu berjoget diiringi alunan musik India dengan mengabaikan protokoler kesehatan. Tidak ada jaga jarak dan sebagian besar tamu tidak menggunakan masker.

Sudirman mengaku baru mengetahui peristiwa yang menjadi viral tersebut. Dia memastikan Satgas COVID-19 Sidrap akan melakukan tindakan tegas.

“Kita melarang kegiatan dengan membatasi kegiatan masyarakat yang berpotensi kerumunan. Jika ada pelanggaran prokes, akan kita pelajari akan kita lihat unsur-unsur pelanggaran yang ada dalam kegiatan tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut warga di sekitar lokasi kejadian, Anwar, pesta joget India itu berlangsung selama dua hari.

“Acaranya berlangsung dua hari, dan puncaknya Selasa kemarin,” katanya saat ditemui detikcom, Rabu 10 Februari 2021.

Anwar mengatakan bahwa tamu undangan yang hadir bukan hanya tetangga namun juga berasal dari daerah lain.

Menurutnya, taka da seorang pun petugas dari pengawas Covid – 19 yang mengawasi jalannya acara sehingga kerumunan tak bisa dihindari.

“Tidak ada petugas COVID-19 yang hadir sehingga kerumunan dan banyak tamu undangan tidak menggunakan masker,” tuturnya.

Wah, kalai sudah begini, nanti terpapar siapa yang mau disalahkan guys? Jangan diikuti perlakuan ini ya!

Berita Viral

Viral TPU Jalan Buntu Tanpa Tanda di Depok

Tik Tok yang belakangan ini viral mengenai Jalan Buntu sebenarnya bukan karena ada tembok yang menghalangi jalan. Namun karena ada tempat pemakaman umum atau TPU yang memang tak ada lagi jalan keluar.

Dani, sang pembuat konten video TikTok Jalan Buntu mengatakan bahwa TPU yang lokasinya ada di Sawangan, Cinangka, Depok, Jabar, memang tidak memiliki plang penanda. Sudah lama juga banyak warga yang salah jalan.

“Dulu akses TPU cuma jalan ini, tanah dan batu. Setelah puluhan tahun, ada pembangunan, ada jalan alternatif. Dulu alternatif sudah bisa bedain, karena ikutin jalan aspal.”

“Tahun 2019 akses ke TPU itu diaspal karena ada bangunan. Semenjak diaspal yang masuk alternatif itu, yang baru pertama kali atau sesekali juga pasti bingung, karena dua-duanya jalan bagus,” tutur Dani saat dihubungi, Kamis (4/2/2021).

“Ini TPU kan tanah kotak yang sudah turun-temurun. Si TPU ini dari dulu memang nggak ada tanda penunjuk. Ini TPU ini kalau mau dibilang, kalau ke kampung ada TPU dan nggak ada tandanya,” paparnya.

Karena banyak yang salah jalan, akhirnya Dani punya ide untuk membuat konten jalan buntu dari video video yang dounggahnya dimana selalu diawali dari pagar rumah.

Ketika ada orang yang melintas ke arah TPU, Dani selalu menyampaikan bahwa itu ‘jalan buntu’. Namun warga selalu kekeh dan tidak percaya itu jalan buntu. Sebabnya tadi, karena bukan jalan yang terhalang tembok.

“Yang bikin viral itu kemasan jalan buntunya. Kalau saya bilang itu ‘ke makam’, orang pasti langsung putar balik, cuma karena saya ada social experiment saya pengin tahu kemasan jalan buntu ini berhasil nggak,” katanya.

SEMOGA IBU SELALU DILIMPAHKAN BANYAK REZEKI & LEKAS PULIH DARI GEMETERAN #LompatSetinggiBintang #KibasSampaiLusa #jalanbuntu #SurpriSINGJoyday #fyp

Alhasil, warga kaget ketika sampai ujung jalan ternyata lahan pemakaman. Dani pun menyampaikan tujuan awal membuat konten di TikTok itu untuk mengenal wilayah yang ditinggalinya.

Berita Viral

Viral Pasangan Diduga Mesum Siang Hari Di Sawah

Video yang memperlihatkan sepasang pria dan wanita diduga sedang berbuat mesum viral di mesia sosial.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah area persawahan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Video tersebut di post oleh akun Instagram @Pekalonganinfo dengan keterangan:

“Pekalonganinfo Reposted @infopekalonganraya.id – Sepasang sejoli pria dan wanita terekam kamera warga Sedang berbuat mes*m di dekat sawah di Daerah Pekalongan.”

“Dalam video tersebut terlihat seorang pria dengan posisi berdiri, sedangkan yang wanita sambil jongkok dengan wajah menghadap ke arah kemaluan pria.”

“Warga setempat sudah menegur kedua pasangan tersebut untuk pergi dan menyudahi perbuatan tersebut, namun tetap saja mereka sedang asyik melakukan ritual apalah itu namanya”.

Dalam video berdurasi satu menit itu, terlihat dari kejauhan dua orang yang belum diketahui identitasnya terlihat berada di dalam sebuah bangunan tempat berteduh yang berlokasi di antara area persawahan.

Keduanya terlihat naik sepeda motor. Sang pria terlihat berada di samping motor sedangkan wanita sedang jongkok membelakangi kamera yang merekam. Entah apa yang dilakukan keduanya.

Dalam video ini juga terdengar, suara seorang wanita, “Kae awan-awan mesum (Lihat itu, siang-siang mesum)”.

Beberapa warga juga berteriak-teriak agar kedua pelaku tidak melanjutkan perbuatannya. Namun, kedua orang itu tak menghiraukannya. Hingga berita ini ditulis, video tersebut telah dilihat sebanyak lebih dari 100 ribu kali.

Dalam penelusuran detikcom, video tersebut diambil di Jalan S Parman, Desa Kauman, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Kepala Desa Kauman, Ashari, membenarkan video yang viral di sosial media itu terjadi di wilayahnya. Namun dia yakin dua orang dalam rekaman tersebut bukan warganya.

“Kalau melihat lokasinya iya di wilayah kami, di Kauman. Cuma kita tidak mengetahui persis apa yang terjadi saat itu,” kata Ashari kepada detikcom di kantornya, Kamis (4/2/2021).

Kami sudah sosialisasi dan bersama Pak Babin juga agar warga bisa mencegah kegiatan asusila di lokasi tersebut. Namun saya sendiri belum mengetahui pasti apa yang sebenarnya dilakukan kedua orang yang ada di video tersebut,” katanya.

Diwawancara terpisah, Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP Akrom, mengatakan tak bisa dipastikan kedua orang dalam video itu sedang berbuat mesum.