Sebuah video menampilkan ikan yang sedang menari dengan mengangkat badannya di permukaan air dan bergerak tidak biasa viral di social media.

Postingan tersebut diunggah oleh akun @repvblikvideo. Dalam unggahan tersebut, pemilik kolam mengatakan bahwa ikannya yang menampakkan dirinya di atas permukaan air tersebut sebagai ikan yang caper (cari perhatian).

Viral Video Ikan Menari Di Kolam

“ Ikan gue caper check. Ini tuh ikan gue kayak menari-nari gitu guys. Padahal ikan-ikan gue yang lain tuh nggak kayak dia. Nggak selebay dia gitu. Dia tuh sampai sepertiga dari badannya tuh di atas air gitu. Aneh nggak sih?” ujar suara perempuan dalam video tersebut.

Postingan tersebut hingga kini telah dibagikan ulang sebanyak lebih dari enam ribu kali dan disukai lebih dari 11 ribu pengguna.

Hal ini pun memicu berbagai komentar dari warganet yang kebanyakan mengkritik pengguna akun tersebut.

“Air kau kebanyakan amonia indikasinya banyak gelembung, dia mau pergi krn airnya ga sehat buat dia, kalo dibiarin pasti mati. Malah tiktod,” komentar akun @andaiueo.

“Et itu ikan bukannya lagi cengap cengap cari oksigen ya, malah dibilang caper. Biasanya kalo udah gitu nanti lama lama dia ngambang alias mati ikan lu mba,” ujar akun @yunifajriyah.

“Itu bukan caper yakk.. Itu air kolam banyak amoniaknya, keliatan dari kondisi air yg banyak busa.. Mungkin baru ganti air atau ada masalah dibagian filtering,” ujar @DauzUcuz.

Kepala Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Murwantoko mengatakan, ikan yang sehat akan bergerak dengan tenang di seluruh luasan kolam. Video ini menurutnya menunjukan kandungan oksigen dalam air yang sangat rendah.

“Ikan berada di permukaan dengan harapan mendapatkan oksigen yang cukup,” ujar Murwantoko. Ia menjelaskan pada permukaan air, kadar oksigen akan lebih besar dibandingkan dengan di dasar kolam. Hal itu, karena adanya difusi oksigen dari udara ke air.

Akan tetapi, dalam kondisi ikan di video tersebut menurut dia kemungkinan kandungan oksigen di permukaan air sudah sangat rendah. Sehingga ikan mengambil oksigen langsung dari udara.

Selain itu, ia menyampaikan, yang perlu diamati dari kolam tersebut adalah adanya buih di dalam kolam. Ia menerangkan kolam berbuih bisa disebabkan oleh bebrapa factor. Salah satunya adalah sisa pakan yang menyebabkan tumbuhnya bakteri.

Jika bakteri muncul maka ia akan memanfaatkan oksigen dalam air untuk kehidupannya. Di antaranya bakteri tersebut akan menghasilkan biofilm yang akan membentuk lapisan tipis di permukaan air.

“Dalam lapisan itu akan tertempel juga bahan-bahan lain. Dengan adanya pergerakan air maka biofilm akan tampak seperti buih,” ujar dia.

Selain itu adanya bahan organik sisa pakan ini menurutnya juga akan menghasilkan amonia yang bersifat racun bagi ikan.

“Ammonia bisa masuk ke dalam jaringan insang dan mengganggu proses respirasi ikan. Pada kondisi lanjut, amonia bisa masuk ke sistem syaraf pada ikan sehingga menyebabkan perubahan tingkah laku ikan,” terang dia.

Ia menyampaikan daya tahan terhadap keracunan ikan berbeda-beda, tergantung jenis atau strain ikan. Selain juga faktor kondisi kesehatan ikan.

Sehingga menurutnya inilah yang menyebabkan hanya ada satu ikan yang “menari” tersebut. Apalagi menurutnya ukuran badan ikan tersebut lebih kecil jika dibanding ikan yang berenangnya normal.

Sementara itu Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (Undip) Dr. Ir. Suminto, M.Sc menduga, ikan yang menari-nari dan dianggap caper tersebut menurutnya memiliki infeksi.

“Kemungkinan ada infeksi (semacam extoparasite),” ujar Suminto. Infeksi tersebut menurutnya kemungkinan menempel atau masuk ke bagian lapisan luar tubuh ikan yang berada di dekat sirip punggung atau ekor atau sirip dada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *