Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un saat ini diklaim dalam kondisi koma setelah minggu lalu menyerahkan sebagian kewenangannya kepada sang adik perempuan, Kim Yo Jong.

Klaim tersebut disampaikan oleh mantan enasihat kepresidenan Korea Selatan di era kepemimpinan Kim Dae Jung, Chang Song Min.

Kondisi Memburuk, Kim Jong Un Terbaring Koma

Kesehatan Kim Jong Un yang memburuk memaksa adik perempuannya, Kim Yo Jong mengambil alih kekuasaan.

Walaupun menjadi salah satu ditaktor yang paling ditakuti di dunia, Kim Jong Un selama ini tetap menyembunyikan kehidupan pribadinya yang aneh dalam misteri. 

Kesehatan pemimpin muda ini berulang kali membuat Korea Selatan berada dalam hiruk pikuk. Kali ini, seorang mantan pejabat Korea Selatan mengatakan kepada penyiar lokal bahwa langkah baru-baru ini di Korea Utara untuk memberi Kim Yo Jong kekuasaan yang belum pernah terjadi sebelumnya adalah imbas dari kesehatan sang dictator yang menurun.

Chang Song Min, mantan ajudan mendiang presiden Korea Selatan, Kim Dae Jung mengklaim Kim Jong Un dalam keadaan koma.

“Saya menilai dia sedang koma, tapi hidupnya belum berakhir.” Katanya kepada media Korea Selatan.

Ia mencatat bahwa saudara adik perempuan Kim Jong Un, yakni Kim Yo Jong siap untuk memimpin saat sang kakak tidak ada.

“Struktur suksesi lengkap belum terbentuk, jadi Kim Yo Jong dikedepankan karena kekosongan tidak dapat dipertahankan untuk waktu yang lama.” Kata Chang.

Kim Yo Jong telah diberikan kewenangan parsial untuk mengawasi urusan umum kenegaraan dalam sebuah langkah yang dipandang meringankan beban kerja Kim Jong Un.

Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan mengumumkan politisi negara itu bahwa adik perempuan Kim Jong Un sekarang berstatus “de facti second in command” atau secara harafiah bermakna penguasa nomor dua.

Pergeseran kekuasaan juga berarti pejabat tinggi lainnya di Pyongyang akan diberikan otonomi yang lebih besar, Sembilan tahun setelah Kim Jong Un mengambil alih kekuasaan.

Kantor berita yang dikelola pemerintah Korea Utara, KCNA, sebelumnya melaporkan bahwa Kim Jong Un telah melakukan pertemuan dengan para pemimpin tertinggi negara itu.

Pertemuan yang hasilnya sangat dirahasiakan diselenggarakan di tengah kekhawatiran tentang dampak virus Corona baru (Covid-19).

Kim Yo Jong menunjukan bahwa dia siap untuk mengambil peran yang lebih besar jika rumor tentang kesehatan kakaknya yang buruk tersebut benar.

Ia telah blak blakan di masa lalu, termasuk pada bulan Juli tahun ini, ketika ia secara langsung menantang Amerika Serikat (AS).

Kim Yo Jong berkomentar bahwa pertemuan dengan AS dan Korea Utara tidak perlu dilanjutkan karena organisasi Trump telah menunjukan bahwa mereka tidak mau mengalah dari pendiriannya tentang program senjata nuklir.

 “Saya berpandangan bahwa pembicaraan puncak DPRK-AS tidak diperlukan tahun ini dan seterusnya, dan bagi kami, itu tidak menguntungkan bagi kami kecuali AS menunjukkan perubahan yang menentukan dalam pendiriannya,” Kata Kim Yo Jong.

“Selain itu, saya pikir kita tidak boleh menerima tawaran pembicaraan puncak tahun ini, tak peduli seberapa besar keinginan AS, jauh dari kemungkinannya.” Katanya.

Pada bulan April dan Mei tahun ini, menghilangnya Kim Jong Un dari kehidupan public memicu desas desus liar tentang kesehatannya yang menurun.

Ia tak terlihat di depan umum selama tiga minggu sebelum muncul di sebuah pabrik di kota Sunchon.

Rumor tersebut termasuk kekhawatiran bahwa Kim Jong Un telah menjalani operasi jantung dan tidak pulih dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *