Kategori: Berita Viral

Berita Viral

Viral Foto Sekelompok Pesepeda Tanpa Jilbab Yang Melanggar Aturan Banda Aceh

Foto sekelompoj pesepeda wanita di Banda Aceh yang menggunakan pakaian ketat serta tidak berjilbab viral di media social.

Dalam foto viral tersebut, terdapat 10 pesepeda wanita yang berfoto di pinggir pantai. Mereka kompak menggunakan baju berwarna merah muda.

Beberapa dari mereka tampak mengenakan jilbab. Selain berpose, video mereka yang sedang mengayuh sepeda juga beredar di media social.

Mereka dinilai melanggar aturan berbusana yang berlaku di Tanah Rencong tersebut. Namun sebenarnya, tahukan kalian bagaimana aturan berbusana disana?

Bagaimana Aturan Berpakaian di Banda Aceh?

Aturan berpakaian di Aceh diatur dalam Qanun Aceh nomor 11 tahun 2002 tentang pelaksanaan syariat Islam Bidang Aqidah dan Syi’ar Islam.

Khusus soal busana tertuang dalam pasar 13 Bab V tenang penyelenggaraan Sti’ar Islam.

Bunyi Pasal 13 yaitu:

(1) Setiap orang Islam wajib berbusana Islami.

(2) Pimpinan instansi pemerintah, lembaga pendidikan, badan usaha dan atau institusi masyarakat wajib membudayakan busana Islami di lingkungannya.

Pada bagian penjelasan qanun ini disebutkan:

Pasal 13

Ayat (1)

Busana Islami adalah pakaian yang menutup aurat yang tidak tembus pandang, dan tidak memperlihatkan bentuk tubuh.

Ayat (2)

Wajib membudayakan busana Islami, maksudnya bertanggung jawab terhadap pemakaian busana Islami oleh pegawai, anak didik atau karyawan (karyawati) di lingkungan masing-masing, termasuk pada saat kegiatan olahraga.

Sementara terkait sanksi bagi pelanggar, diatur dalam Pasal 23 yang berbunyi:

Barang siapa yang tidak berbusana Islami sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 ayat (1) dipidana dengan hukuman ta’zir setelah melalui proses peringatan dan pembinaan oleh Wilayatul Hisbah.

Dalam pasal tersebut tidak dijelaskan secara rinci terkait hukuman ta’zir yang dikenakan apakah berupa cambuk atau penjara atau kah denda.

Sebelumnya, foto sekelompok pesepeda perempuan berpose menggunakan baju ketat tersebut sebagian tidak mengenakan jilbab di Banda Aceh.

Foto tersebut diambil pada Minggu 6 juli 2020 kemarin di kawasan Ulee Lheue, Banda Aceh. Wali kota Banda Aceh Aminullah Usman lalu meminta Satpol PP dan Wilayatul Hisbah mencari para pesepeda tersebut.

Mereka akan diberikan pembinaan. “Satpol PP dan WH cari keberadaan mereka, panggil dan lakukan pembinaan,” kata Aminullah.

“Siapapun yang berada di wilayah Banda Aceh harus menghargai nilai-nilai syariat yang berlaku. Meskipun tamu dari kalangan nonmuslim, mereka harus bisa menghargai normal-norma yang ada di Aceh,” sambungnya.

Ia mengatakan akan memberikan pembinaan kepada pesepeda itu serta mengingatkan juga untuk selalu menghargai norma yang ada di Aceh.

“Kota ini menerapkan syariat Islam, setiap tamu yang datang harus menghargai dan menaati aturan yang ada di kota ini,” kata Aminullah.

Wilayatul Hisbah masih menyelidiki keberadaan sekelompok pesepeda tersebut. Ia mengatakan akan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap pelaksanaan aturan syariat Islam di Banda Aceh. Ia berharap warga mematuhi aturan yang berlaku di sini.

Seperti itulah kejadian yang sampai saat ini belum diketahui ujungnya tersebut. Nah, untuk kalian yang telah membaca ini, sekarang kalian tahu kan kalai di Banda Aceh memang memiliki tradisi Muslim yang sangat erat.

Bahkan, setiap orang yang datang kesana haris dan diwajibkan untuk mengenakan jilbab serta menutup aurat mereka.

Kalau begitu, saat kalian pergi kesana, jangan sampai melanggar aturan ini ya. Hormati aturan dan tradisi mereka untuk mengenakan jilbab. Semoga bermanfaat.

Berita Viral

Lagu Anak-anak Yamko Rambe Yamko Bukan Dari Papua?

Belakangan ini lagu Yamko Rambe Yamko sedang ramai di bicarakan. Terlebih lagi dalam sebuah unggahan di sosial media Twitter yang mempertanyakan asal mula lagu tersebut.

Lantas dari manakah lagu tersebut berasal?

Darimana Asal Lagu Yamko Rambe Yamko?

Lagu Yamko Rambe Yamko disebut sebagai lagu yang tidak diketahui pengarangnya atau anonim. Meski demikian, Yamko Rambe Yamko sangat familiar di Indonesia dan bahkan kerap dibawakan di ajang-ajang perlombaan Internasional.

Dosen tari institute Seni Budaya Indonesia tanah Papua, Jefri Zeth Nedissa menjelaskan bahwa asal muasal Yamko Rambe Yamko sebenarnya sudah dipertanyakan sejak tahun 70-an.

Namun, media sosial baru meramaikannya sekarang. Karena itu, respons pihak terkait jadi lebih cepat. Pihak tersebut adalah Balai Bahasa Papua.

“Ada banyak versi dan tidak ada satupun yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.” Ujarnya. Sejauh ini, belum ada yang bisa membuktikan siapa pencipta lagu tersebut, dari bahasa mana, dan dari suku mana.

Namun secara rasa, ritme, dan irama lagu memang Yamko Rambe Yamko sangat kental dengan kultur Papuanya.

“sayangnya secara teks mereka tidak bisa membuktikan ini bahasa suku mana dan bisa cari tahu siapa penciptanya.”

Jefri menyebutkan ada beberapa versi tentang asal mula lagu tersebut, yaitu:

1.Diajarkan di Sekolah Sejak 1963

Jefri menceritakan bahwa almarhum S.P Morin (salah satu tokoh Papua) pernah mendengar lagu ini saat ia sekolah di Biak.

Lagu ini dibawakan oleh para guru dari luar Papua dan diajarkan sebagai lagu Papua.

2.Digunakan oleh Tentara Trikora

Jefri juga pernah menanyakan perihal Yamko Rambe Yamko tersebut kepada guru besar Papua, Budayawan Papua, alm. Ramanday.

Beliau mengatakan bahwa lagu tersebut awalnya didengar dari tentara Trikora. Lagu tersebut digunakan sebagai yel-yel atau penyemangat.

3.Dinyanyikan di Lomba Paduan Suara

Ada juga paduan suara asal Papua yang membawakan lagu Yamko Rambe Yamko saat lomba di Jakarta pada 1977 lalu.

Nama mereka adalah Lexi Lewarisa. Ia menceritakan bahwa lomba tersebut merupakan lomba menyanyikan lagu daerah.

Lalu, ketua dewan juri bernama E.L Pohan mengaku lagu yang dibawakan adalah lagu ciptaannya saat ia berada di Papua Selatan.

Namun, Jefri menyayangkan karena saat itu tidak ada tindak lanjutnya. Pohan tidak menjelaskan lagu tersebut dari bahasa atau suku apa dan tidak dibuat bukti tertulisnya.

4.Diadopsi Dari Jepang

Jefri mengatakan ada juga yang bilang bahwa Yamko Rambe Yamko dibawa oleh presiden Soekarno. Lagu tersebut merupakan adopsi dari Jepang ke lagu Papua.

5.Dari Bahasa yang Sudah Punah

Ada juga yang menyebutkan bahwa lagu tersebut bermula dari bahasa Biak yang sudah punah, yaitu bahasa Genyem.

Selain itu, ada juga yang menyebut bahasa Kei (Maluku) dan sudah diartikan per kalimat. Jefri mengatajkan kemungkinan benar karena banyak orang Maluku yang datang ke Papua.

“Masih masuk akal, karena banyak orang Maluku yang nyebrang sebagai guru injil atau guru lain. sayangnya kenapa tidak diberi tahu dari dulu, tidak diluruskan dari dulu.” Ungkapnya.

Jefri mengatakan saat ini sudah ada tim yag menelusuri lagu itu di Papua yang dikoordinir oleh Balai Pelestarian Papua.

Itulah beberapa pendapat mengenai dari mana asal muasal lagu Yamko Rambe Yamko yang telah mengisi masa kecil kita itu.

Dari sekian banyak pendapat, menurut kalian mana yang paling memungkinkan?

Berita Viral

Demi Laris, Tukang Bakso Ini Ludahi Dagangannya

Bakso seringkali menjadi jajanan yang disukai oleh masyarakat, apalagi pada sore hari. Hal ini menyebabkan semakin banyak tukang bakso keliling yang berbondong-bondong jualan bakso.

Namun, setiap pedagang pasti memiliki cara nya masing-masing agar dagangannya bisa laku. Sama seperti yang dilakukan oleh Windra Suherman.

Amalan Biar Laris, Pedagang Bakso Ludahi Mangkok Pesanan Pembeli

Pedagang bakso keliling yang meludahi mangkok pembelinya kini sedang menjalani pemeriksaan di Polsek Kembangan, Jakarta Barat. Pedagang itu diketahui bernama Windra Suherman (21).

Dari hasil pemeriksaan, Windra mengakui semua perbuatannya. Dia mengatakan “meludahi mangkok pelanggan agar dagangannya semakin laris”.

Perbuatan ini terungkap saat salah satu pembelinya mengawasi aksi Windra lewat kamera pengawas atau CCTV yang ada dirumahnya.

Peristiwa ini terjadi di Komplek Unilever RT 006 RW 009 No 50, Kelurahan Meruya Selatan Kecamatan, Kembangan, Jakarta Barat,  Senin 22 Juni 2020, sekitar pukul 17.53 WIB.

Mengetahui perbuatan pelaku seperti itu, Nur Hikmah tidak menegur pedagang bakso melainkan langsung membuangnya ke toilet.

Awalnya, Nur Hikmah memesan 2 mangkok bakso cuangki ke pedagang keliling yang berhenti di depan rumahnya. Ketika waktu maghrib tiba, Nur Hikmah memilih menunggu bakso di ruang tamu sambil memantau CCTV

CCTV yang terpasang di depan rumah Nur Hikmah itu tersorot ke arah pedagang bakso. Saat itu, Nur Hikmah melihat gerakan mencurigakan pedagang bakso.

“Pedagang tidak segera membuat pesanan Nur Hikmah dan seperti menengok le arah kanan dan kiri jalan. Kemudian tak lama pedagang itu meludahi mangkok bakso pesanannya,” kata Kapolsek Kembangan Kompol Imam Irawan dalam keterangan tertulis, jumat (26/6/2020).

“Nur Hikmah hanya diam dan menerima bakso pesanannya namun bakso tersebut tidak dimakan,” jelasnya.

Kemudian, Nur Hikmah merekam ulang video di CCTV menggunakan Handphone. Dan menyebarkan di Medsos seperti Instagram dan grup-grup WhatsApp Messenger hingga viral.

Pihak kepolisian pun bergerak dengan cepat. Windra (pedagang bakso) akhirnya berhasil diamankan oleh jajaran Polsek Kembangan.

Dihadapan polisi pemuda umur 21 tahun ini mengaku sehari-hari memang bekerja sebagai pedagang bakso keliling.

Dia biasa menjajakan dagangan dari sekolah Al-Azhar Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan Jakarta Barat sampai dengan komplek Kehutanan Greenville, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.

“Pelaku sudah berjualan sejak tahun 2019” kata imam dalam keterngan tertulis, jumat 26 Juni 2020.

Di hadapan polisi, dia mengakui kalau dia adalah orang yang ada dalam video viral itu. Imam menerangkan, penjual bakso itu juga mengakui kalau ia telah meludahi mangkok bakso pesanan pembeli yang terekam di CCTV pada hari senin tanggal 22 juni 2020  sekitar jam 17:53 WIB di Komplek Unilever Meruya Selatan, Kembangan

Menurut keterangannya, meludahi mangkok adalah amalan yang dilakukan agar dagangannya laris pembeli.

“Pertama pelaku memasukkan bumbu untuk bakso yang disajikan kemudian meludahi mangkok bakso tersebut dan mengucapkan “Bismillahirahanirrahim, La haula wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil azhīmim (Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung),” kata Imam.

“Lalu menuang kuah dan bakso tersebut ke dalam mangkok yang sesua dengan pesanan si pembeli. Kemudian pelaku meludahi mangkok bakso tersebut sesuai dengan ajaran yang dipelajari dari gurunya” kata imam menambahkan,

Imam menerangkan, ilmu itu dipelajari dari sang guru bernama Joko di Garut Singaparna, sejak kembali seminggu lalu, Windra rutin melakukan amalan tersebut.

Berita Viral

Keluarga Bawa Paksa Jenazah Covid-19 Beserta Kasur Rumah Sakit

Beberapa bulan belakangan ini warga Indonesia masih dicemaskan oleh adanya Pandemi Covid-19. Pemerintah, tenaga medis, serta polisi sudah berusaha sekuatnya untuk memutus rantai Covid-19.  

Namun tampaknya, hal ini tidak dapat dilakukan oleh beberapa orang dengan alasana tidak takut terhadap Virus.  

Jenazah Covid-19 Dibawa Pulang 

Seperti yang terjadi pada sebuah potongan video viral yang menunjukkan adanya warga Pegirian, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Jawa Timur, yang membawa paksa jenazah pasien Covid-19 dari rumah sakit.  

Kabar tersebut juga dibenarkan oleh Camat Semampir, Siti Hindun Robba Humaidiyah. ia menjelaskan, persitiwa itu terjadi pada Kamis, 4 Juni 2020.  

Bukan hanya jenazahnya saja, keluarga membawa jenazah beserta kasur rumah sakitnya kerumah. Mereka memaksa pihak rumah sakit agar dapat membawa pulang sang pasien.  

Keluarga membawa paksa lantaran yakin bahwa pasien yang meninggal bukan arena virus Corona. Padahal, tes sudah menunjukkan demikian.  

“Memang itu warga Pegirian. Mereka menganggap itu bukan Covid-19, padahal hasil swab-nya positif.” kata Hindun.  

Jajaran Muspika, petugas Puskesmas setempat, dan tokoh masyarakat mendatangi rumah keluarga dan melakukan mediasi.  

Petugas meminta agar keluarga memperbolehkan jenazah dimakamkan sesuai dengan protokol Covid-19.  

Keluarga akhirnya mengizinkan dan jenazah dimakamkan di salah satu daerah pemakaman di Surabaya. “Keluarganya ternyata mencopot kotaknya (peti) itu, terus dimasukkan ke liang lahat,” ungkap Hindun.  

Karena kontak langsung dengan pasien Covid-19, anggota keluarga pasien harus melakukan rapid test. Hasilnya, semua keluarga pasien dinyatakan non-reaktif. Namun, isolasi mandiri tetap harus dilakukan.  

Peristiwa ini ternyata bukan yang pertama kali di Pegirian. Sebelumnya, pengunjung Rumah Sakit Makassar, Sulawesi Selatan dihebohkan dengan kehadiran sekitar 100 orang yang membawa senjata tajam mengambil jenazah PDP Covid-19.  

Kondidi ini membuat tim medis yang sedang bertugas di ruang ICU tersebut tidak bisa berkutik dan berbuat apa-apa.  

Rencananya, pihak rumah sakit akan memakamkan jenazah PDP di pemakaman Covid-19 Maccanda, Kabupaten Gowa sesuai dengan protokol kesehatan.  

Karena ulah ratusan warga tersebut, akhirnya rencana pemakaman gagal. Kehadiran orang-orang bersenjata tajam itu pun terekam dan videonya disebar di media sosial.  

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada hari Rabu 3 Juni 2020. Direktur RS Dadi, Arman Bausat membenarkan peristiwa tersebut.  

Menurutnya, PDP yang meninggal di rumah sakitnya tersebut merupakan pasien rujukan dari RS Akademis Makassar pada Senin 1 Juni 2020.  

Pasian tersebut lalu meninggal 2 hari setelahnya. Sebelumnya telah mebderita batuk, demam tinggi, sesak nafas, dan muntah.  

Karena adanya gejala tersebut, status pasien saat itu dalam kategori PDP, sehingga pemakamannya akan dilakukan sesuai protokol Covid-19.  

“Jadi kami langsung hubungi tim gugus tugas covid dan baru rencana akan dikafani, dishalatkan dan dimakamkan protap Covid-19 di Pemakaman Maccanda, Kabupaten Gowa. Eh, datang pihak keluarganya langsung ambil paksa dan bawa pergi,” jelasnya. 

Saat peristiwa pengambilan paksa jenazah tersebut, Arman mengatakan pihak rumah sakit tidak bisa berbuat banyak. Sebab, pihak keluarga memaksa membawa jenazah PDP tersebut untuk dibawa pulang. 

Proses penjemputan paksa yang dilakukan pihak keluarga dilakukan sekitar 100 orang dan membawa senjata tajam. 

 “Daripada dihalau, bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, jadi saya perintahkan langsung, biarkan saja agar tidak terjadi pertumpahan darah.” kata Arman.  

“Padahal, saat jenazah itu diambil paksa, petugas medis akan mengambil sampel pada korban. Namun, hal itu dibatalkan karena jenazah sudah keburu dibawa keluarga. Apa boleh buat? Jumlahnya hampir ratusan, jadi biarkan saja.” tuturnya.  

Kurangnya pengetahuan tentang apa yang terjadi sekarang ini memang membahayakan semua pihak. Baik itu dokter, pemerintah, pengusaha, polisi, sampai warganya sendiri.  

Karena itu, sangat penting bagi kita untuk bisa selalu update tentang berita yang terjadi sekarang ini. Minimal tahu resikonya.  

Berita Viral

Kemunculan Hepatitis Misterius Pada Anak-Anak

Berikut rangkuman slot bonus new member beberapa penelitian teranyar tentang COVID-19. Mereka termasuk penelitian yg memerlukan studi lebih lanjut buat menguatkan temuan dan yg belum disertifikasi oleh peer review.

SARS-CoV-dua mampu Judi Slot Online Jackpot Terbesar sebagai akar asal hepatitis misterius pada anak-anak.

Rangkaian peristiwa yang mungkin dipicu sang infeksi virus corona SARS-CoV-2 yg tidak diketahui bisa menyebabkan perkara misterius hepatitis parah yang dilaporkan di ratusan anak kecil di seluruh global, saran para peneliti.

Kemunculan Hepatitis Misterius Pada Anak-Anak

Dalam tiga masalah, hepatitis menjadi sangat parah sebagai Slot Gacor Hari Ini akibatnya anak-anak menderita gagal hati. 2 anak membutuhkan transplantasi hati. sejak saat itu, kesembilan anak tersebut sudah sembuh atau sedang pada masa pemulihan, namun penyebab penyakit mereka masih belum diketahui.

Anak-anak dengan COVID-19 berada pada peningkatan risiko yang signifikan buat disfungsi hati sesudahnya, dari sebuah laporan yg diposting pada hari Sabtu di medRxiv sebelum peer review.

Namun sebagian besar anak menggunakan hepatitis akut – yang umumnya jarang terjadi pada gerombolan usia tadi – tidak melaporkan infeksi SARS-CoV-2 sebelumnya.

Sebaliknya, sebagian akbar sudah ditemukan terinfeksi adenovirus yg dianggap 41F, yg tidak diketahui menyerang hati. ada kemungkinan bahwa anak-anak yg terkena akibat, poly pada antaranya terlalu muda buat divaksinasi, mungkin mempunyai Sbobet infeksi COVID ringan atau tanpa gejala yang tidak diketahui, tim peneliti terpisah menyarankan di The Lancet Gastroenterology & Hepatology.

Jika itu benar, mereka berteori, maka partikel virus corona yg tertinggal di saluran pencernaan pada anak-anak ini dapat memicu sistem kekebalan buat bereaksi berlebihan terhadap adenovirus-41F menggunakan sejumlah besar protein inflamasi yg pada akhirnya menghambat hati.

Buat pasien COVID-19 yang dirawat di tempat tinggal sakit yg bernapas sendiri namun dengan oksigen tambahan, berbaring telungkup slot bonus new member 100 mungkin tidak membantu mencegah mereka asal akhirnya membutuhkan jendela mekanis, berdasarkan sebuah studi baru.

Pada studi tadi, 400 slot terbaru pasien secara acak ditugaskan ke perawatan biasa atau perawatan baku ditambah sekali waktu berbaring tengkurap, posisi yg diketahui bisa memperbaiki perjalanan penyakit pada pasien yang dibius dengan ventilator mekanik.

Selama 30 hari berikutnya, 34,1% pada grup posisi tengkurap serta 40,5% di gerombolan perawatan biasa perlu diintubasi dan dipasang ventilator, perbedaan yg tidak signifikan secara statistik.

Mungkin ada pengurangan risiko intubasi menggunakan posisi tengkurap pada antara beberapa pasien, kata para peneliti di hari Senin pada JAMA, tetapi mereka tidak bisa mengkonfirmasinya secara statistik asal data slot terbaru mereka.

Durasi rata-rata posisi tengkurap per hari kira-kira lima jam, kurang berasal target delapan sampai 10 jam per hari.