Presiden Indonesia Jokowi akhir-akhir ini baru melakukan reshuffle terhadap mentri-mentrinya yang dianggap tidak bisa bekerja dengan maksimal. Presiden sendiri sudah melakukan pencopotan jabataan terhadap orang-orang tersebut.

Sebelumnya wacana reshuffle ini sudah dibicarakan oleh Presiden pada juni lalu, hal itu dipicu karena Presiden Jokowi merasa kecewa dengan kinerja mentri yang tidak maksimal apalagi ditengah pandemic ini

Saat itu Presiden yang marah dengan tegas mengatakan “saya harus ngomong apa adanya disini. Tidak ada proses yang signifikan, tidak ada sama sekali” Tegasnya

Dalam rapat yang berlangsung pada bulan juni itu juga terlihat beberapa kali Jokowi bicara dengan nada yang cukup tinggi, ia sudah mengancam akan melakukan reshuffle pada mentri yang dianggapnya tidak maksimal perannya dalam masa pandemic seperti ini.

“Melihat hal itu bisa saja membubarkan Lembaga, bisa reshuffle, udah kepikiran kemana-mana saya. Entah membuat perppu yang lebih penting lagi, kalau memang nantinya diperlukan” terangnya

Selain itu perihal reshuffle ini juga dilakukan mengingat terdapat dua mentri yang baru-baru ini ditangkap oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi, mentri yang ditangkap antara lain mentri kelautan dan perikanan Edhy Prabowo dan juga mentri social yaitu Julari Batubara.

Edhy sendiri tertangkap karena kasus dugaan korupsi izin benih ekpsor, sedangkan Juliari terikat dengan kasus dugaan bantuan social Covid-19. Melihat hal itu Jokowi tidak membela mereka, dan menghormati proses hukum yang berjalan, sebab pada Jokowi sudah mengatakan jangan korupsi.

Akhirnya Jokowi-pun merilis enam mentri yang siap menempati cabinet Indonesia Maju ini, yang berisikan Budi Gunadi Sadikin yang menjabat sebagai Mentri kesehatan menggantikan terawan, Sandiaga Uno yang menjabat sebagai Mentri Pariwisata dan Ekonomi kreatif menggantikan Wishnutama, Mentri Agama Yaqut Cholil Qoumas, M Luthfi sebagai mentri perdagangan, Tri Rismaharini sebagai mentri social mengisi kekosongan Juliari Batubara, dan yang terakhir Sakti Wahyu Trenggono yang akan menjadi Mentri kelautan mengisi kekosongan Edhy Prabowo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *