Pada hari Selasa, 26 January 2021, Indonesia mengomfirmasi bahwa telah terjadi tambahas kasus terinfeksi virus corona sebesar 13.094.

Dengan tambahan tersebut, maka Indonesia sudah menembus angka satu juta untuk para penderita virus corona ini.

Angka tersebut juga menjadikan Indonesia menjadikan negara di Asia pertama yang menembus satu juta, dengan negara tentangga lainnya saat ini masih berjumlah 917.279 kasus.

Sementara itu, untuk pasien yang dinyatakan sembuh dari virus mencapai 820.536 orang, dan untuk angka kematiannya sendiri sebanyak 28.468 orang.

Untuk di Asia sendiri Indonesia menempati peringkat keempat sebagai negara yang paling banyak terserang virus corona.

Peringkat pertama masih dipegang oleh negara India denga total yang terinfeksi sejumlah 10.677.710 kasus infeksi dan 431.392 kematian.

Walaupun masih menjadi peringkat pertama, India sudah mulai menunjukan penurunan tren sejak bulan September ditahun 2020.

India juga saat ini sedang berada pada tahap vaksinasi covid-19 paling besar di dunia, karena tak butuh waktu lama bagi negara India untuk menyuntikan vaksin covid kepada satu juta orang diseluruh penjuru negara India.

Bahkan AS dan Inggris saja masing-masing masih membutuhkan waktu dari 10 hingga 18 hari untuk mencapai satu juta suntikan.

Setelah India yang menempati posisi terbanyak, pada peringkat kedua terdapat negara Turki yang kasus terinfeksinya mencapai 2.435.247 dan angka kematiannya mencapai 25.210.

Turki sendiri masih menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat meskipun proses vaksinasi sudah mulai dilakukan.

Langkah-langkah ketat yang diambil seperti memberlakukan jam malam hari kerja dan melakukan lockdown total pada saat akhir pekan.

Upaya tersebut ternyata cukup ampuh untuk mengendalikan angka kenaikan covid-19 di Turki, hal tersebut dibuktikan dengan penurunan kasus sebesar 6.000

Saat ini, Turki sudah menyuntikan vaksin dari China yaitu Sinovac kepada 1,23 juta orang, proses vaksinasi tersebut sudah diberlakukan mulai 14 January 2021.

Dan vaksinisasi di Turki juga mendahulukan petugas kesehatan dan juga lansia yang lebih rentan terkena virus ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *