Di media sosial, baru saja tersebar rekaman video yang menampilkan kedatangan sejumlah mobil baru yang diangkut menggunakan truk towing.

Belasan mobil baru tersebut dikirim ke rumah warga sambil dikawal mobil patroli pengawalan (Patwal) polisi.

Unggahan video tersebut dibagikan oleh salah satu akun bernama Berkelana ke grup Facebook Jaringan Informasi Tuban.

“Barokallah dan tiga emoticon tangan menadah,” tulisnya, Minggu 14 Februari 2021. Video serupa juga ramai di sosial media TikTok saat diungah oleh akun @rizkii.02.

“borong motor sudah biasaa ##fyp ##fyp? ##foryoupage ##krisbeekingoyang ##viral” setelah ditelusuri, lokasi perekaman video itu berada di Sumurgeneng, Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Saat dikonfirmasi, Kepasa Desa (Kades) Sumurgeneng, Gihanto membenarkan bahwa sejumlah warganya baru saja membeli mobil – mobil baru hingga videonya viral di media sosial.

“Iya benar, itu kemarin membeli 17 unit mobil dari Surabaya secara bersamaan lalu dikirim pakai truk towing terus dikawal sama mobil patwal juga,” ujar Gihanto, Selasa 16 Februari 2021.  

Sejumlah mobil yang dibeli, kata Gihanto, di antaranya yakni Toyota Innova, Rush, Yaris, Xpander, hingga Pajero.

Ia menuturkan, warga membeli mobil baru dengan uang yang berasal dari pembayaran ganti rugi lahan untuk proyek pembangunan Kilang Tuban atau New Grass Root Refinery (NGRR) di wilayah Kecamatan Jenu.

“Mereka membelinya dengan uang hasil penjualan atau ganti rugi tanah miliknya sendiri dari Pertamina dengan harga Rp 600.000-800.000 per meter,” terang Gihanto.

Gihanto menambahkan, tercatat ada 180 an mobil baru yang dibeli warga sejak mereka menerima uang ganti rugi lahan kolang minyak hingga saat ini.

Satu warga, imbuhnya, ada yang membeli 2 sampai 4 mobil dengan menggunakan uang tersebut. “Ini depan rumah saya ini punya empat mobil, tapi rata-rata ya dua mobil. Kalau totalnya ya 180-an, itu belum yang mobil bekas,” papar Gihanto.

Sementara itu, total ada 840 KK di Desa Sumurgeneng, sedangkan warga yang menjual lahannya karena masuk penetapan lokasi (penlok) kilang minyak ada sekitar 225 KK.

Dia mengungkapkan, rata-rata warga Desa Sumurgeneng mendapatkan uang ganti rugi lahan untuk proyek pembangunan kilang minyak sebesar Rp 8 miliar. “Jadi warga itu ada yang terima sampai Rp 26 miliar. Paling banyak itu Rp 28 miliar,” kata Gihanto.

Di media sosial, baru saja tersebar rekaman video yang menampilkan kedatangan sejumlah mobil baru yang diangkut menggunakan truk towing.

Belasan mobil baru tersebut dikirim ke rumah warga sambil dikawal mobil patroli pengawalan (Patwal) polisi.

Unggahan video tersebut dibagikan oleh salah satu akun bernama Berkelana ke grup Facebook Jaringan Informasi Tuban.

“Barokallah dan tiga emoticon tangan menadah,” tulisnya, Minggu 14 Februari 2021. Video serupa juga ramai di sosial media TikTok saat diungah oleh akun @rizkii.02.

“borong motor sudah biasaa ##fyp ##fyp? ##foryoupage ##krisbeekingoyang ##viral” setelah ditelusuri, lokasi perekaman video itu berada di Sumurgeneng, Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Saat dikonfirmasi, Kepasa Desa (Kades) Sumurgeneng, Gihanto membenarkan bahwa sejumlah warganya baru saja membeli mobil – mobil baru hingga videonya viral di media sosial.

“Iya benar, itu kemarin membeli 17 unit mobil dari Surabaya secara bersamaan lalu dikirim pakai truk towing terus dikawal sama mobil patwal juga,” ujar Gihanto, Selasa 16 Februari 2021.  

Sejumlah mobil yang dibeli, kata Gihanto, di antaranya yakni Toyota Innova, Rush, Yaris, Xpander, hingga Pajero.

Ia menuturkan, warga membeli mobil baru dengan uang yang berasal dari pembayaran ganti rugi lahan untuk proyek pembangunan Kilang Tuban atau New Grass Root Refinery (NGRR) di wilayah Kecamatan Jenu.

“Mereka membelinya dengan uang hasil penjualan atau ganti rugi tanah miliknya sendiri dari Pertamina dengan harga Rp 600.000-800.000 per meter,” terang Gihanto.

Gihanto menambahkan, tercatat ada 180 an mobil baru yang dibeli warga sejak mereka menerima uang ganti rugi lahan kolang minyak hingga saat ini.

Satu warga, imbuhnya, ada yang membeli 2 sampai 4 mobil dengan menggunakan uang tersebut. “Ini depan rumah saya ini punya empat mobil, tapi rata-rata ya dua mobil. Kalau totalnya ya 180-an, itu belum yang mobil bekas,” papar Gihanto.

Sementara itu, total ada 840 KK di Desa Sumurgeneng, sedangkan warga yang menjual lahannya karena masuk penetapan lokasi (penlok) kilang minyak ada sekitar 225 KK.

Dia mengungkapkan, rata-rata warga Desa Sumurgeneng mendapatkan uang ganti rugi lahan untuk proyek pembangunan kilang minyak sebesar Rp 8 miliar. “Jadi warga itu ada yang terima sampai Rp 26 miliar. Paling banyak itu Rp 28 miliar,” kata Gihanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *