Membuat geger dijagat dunia social media, dimana video syur yang sekarang sedang menjadi pembicaraan orang – orang. Tersebarnya video ini membuat banyak spekulasi yang bermunculan dari para warga net. Yang dimana orang yang berada di dalam video tersebut mirip dengan public figure yang bernama Gisel. Mantan istri dari Gading Martin ini, sudah mengalami kali keduanya dengan kasus mengenai video syur ini. Saat pertama kali terjadi itu, sudah dapat dibuktikan bahwa itu bukanlah dirinya yang berada pada video itu. Tetapi yang sekarang tersebar ini, diduga seperti Gisel. Karena dari bentuk rambut dan mukanya yang sama dengan penyanyi satu ini. Tapi memang belum dapat dibuktikan dengan pasti, bahwa divideo tersebut adalah dirinya. Sebab kasus ini sedang di urus oleh pihak kepolisian.

Video yang sudah tersebar tersebut yang dimana menjadi perbincangan yang tiada hentinya di beberapa minggu terakhir ini. Ketika video tersebut sedang beredar di media social, Gisel sendiri sedang liburan di Sumba bersama dengan anak semata wayangnya yaitu Gempi. Tidak hanya berdua, Gisel berlibur bersama dengan teman – teman artisnya yang lain.

Tersebarnya video ini membuat netizen banyak yang menyalahkan Gisel atau orang yang berada dalam video tersebut. Padahal bila memang adanya, seharusnya bukan cara yang bijak dalam menyalahkan orang tersebut. Karena orang yang berada dalam video tersebut juga sebagai korban, karena videonya yang tersebar seperti itu.

“Bahkan bukan hanya menempatkan perempuan sebagai objek seksual, tetapi betul-betul menjadikannya objek fantasi seksual,” * tutur Andy Yentriyani selaku Ketua Komnas Perempuan.

“Sebagian masyarakat yang berkomentar, tidak semuanya mengomentari terkait peristiwanya, tetapi justru menambahi bumbu-bumbunya,” * Andy menambahkan.

Mungkin salah satu yang menjadi perbincangan adalah mengapa hal seperti itu harus divideo atau dijadikan sebagai sebuah konten. Biasanya terbentuknya konten seperti itu biasanya ada karena kesepakatan yang kedua belah pihak, tapi itu diberlakukannya hanya untuk privasi pribadi. Tetapi ada juga yang membuat konten tersebut tanpa adanya kesepakatan yang terjalin dari kedua belah pihak. Karena adanya sudut pandang seperti ini, yang benar – benar penjahat adalah orang yang sudah menyebarluaskan konten syur seperti ini tanpa adanya izin. Yang dimana akan merugikan orang yang sudah terekam mukanya dan menjadikannya korban dalam kasus ini.

Hal seperti ini memang bukan pertama kalinya, sudah ada beberapa kasus yang serupa. Tetapi mereka menjatuhkan kesalahan itu terhadap orang yang berada pada video tersebut. Karena sudah menciptakan konten porno seperti itu.

“Orang tidak mengomentari yang menyebarluaskan. Masyarakat kebanyakan yang mempercakapkan konten serupa Ini kebanyakan tidak mempedulikan produksi dan distribusi,” * tutur wanita yang biasa disebut Yeni.

“Orang, mungkin sebagian besar, tidak punya daya kritis yang lebih jauh untuk menganalisis, ini sebetulnya peristiwa kejahatannya yang mana?” * Yeni menambahkan.

“Masyarakat kita punya kecenderungan masih seperti itu, budaya menyalahkan korban, daripada betul-betul berempati dan menganalisis apa yang betul-betul terjadi dan mencari jalan keluar dari sana,” * ringkas Yeni.

Pihak  kepolisian dari Polda Metro Jaya, mengusut kasus ini dengan memberikan kedelapan akun media social yang diduga menyebarluaskan video syur tersebut. Sudah ada beberapa laporan yang diterima tentang akun media social yang menjadi dalang dari tersebarnya video syur ini.

“Laporan yang pertama sudah masuk, sekarang sedang tahap penyelidikan oleh Krimsus Polda Metro Jaya,” * tutur Yusri.





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *