Sungguh kabar yang membuat kepala ini geleng – geleng, karena terdapat kasus pembunuhan yang terjadi kepada mahasiswi yang terjadi di bulan ini. Kasus pembunuhan yang membuat resah masyarakat ini, harus segera ditindak lanjuti untuk mendapatkan bukti dan fakta apa sebetulnya yang mendasari tersangka melakukan perbuatan yang keji seperti itu. Sebetulnya terdapat banyak faktor yang dapat ditimbulkan dan dipicu dari adanya pembunuhan yang terjadi itu.

Terdapat kasus pembunuhan yang benar – benar membuat masyarakat tidak menyangka akan perbuatannya. Khususnya netizen, sebab video yang tersebar dimana pelaku sedang membonceng atau membawa mayat yang sudah mereka bunuh tersebut. Dan videonya menjadi viral di media social dan menjadi buah bibir oleh para warga net yang ada. Mayat tersebut merupakan seorang mahasiswi. Mayat yang dibonceng tersebut diketahui oleh polisi lalu lintas yang sedang berada dijalur yang para pelaku tersebut sedang lewati. Polisi memberhentikan mereka karena pengemudi yang mengendarai motor tersebut karena terlalu kencang membawa motornya. Dan polisi menduga bahwa dia sedang membawa orang yang sedang sakit, ternyata itu adalah mayat.

“Ternyata yang dibonceng itu adalah jenazah, hingga kemudian petugas mengangkut jenazah itu menggunakan mobil patroli. Sekarang jenazah itu sudah dimakamkan oleh pihak keluarganya,” * tutur AKBP Marianus M Sitepu selaku Kapolres Tanjung Jabung Timur.

Mayat tersebut dibawa dengan menggunakan beat berwarna putih, yang dikendarain oleh SB (19) dan RA (18). Mayat yang dibawa tersebut berinisial YL yang dimana masih berusia 17 tahun. Agar mayat yang dibonceng tersebut tidak jatuh, sehingga disimpan ditengah diantara SB dan RA.

Pada awalnya kedua pelaku ini meminta bantuan kepada orang yang berada di pinggir jalan, untuk menaikan mayat ke becak motor dengan alasan akan dibawa untuk melakukan pengobatan.

“Itu ceritanya membawa mayatnya dibonceng tiga. Mayat posisi di tengah dan kepala ditutup. Ketika ada orang pesantren di pinggir jalan, minta tolong dinaikkan biar dibawa berobat. Kemudian orang pesantren bilang, ‘lho ini tidak bernyawa lagi. Mau diantar ke mana ini?’, dia pun tak tahu mau dibawa ke mana,” * ucap orang bernama Ketaren.

Karena aksinya yang diketahui ini membuat mereka dibawa untuk diamankan oleh Kapolsek Sei Bingai Iptu Rismanto J Purba.

Hal yang mendasari dari pembunuhan ini setelah dilakukan penyelidikan kepada keduanya adalah karena pencurian. Kedua tersangka tersebut ingin mencuri kendaraan, handphone, juga barang berharga lainnya yang dimiliki oleh YL. Tetapi, mereka takut bila aksi yang dilakukan oleh mereka ini bisa diketahui oleh orang lain. Sehingga mereka mengambil jalan untuk mengambil nyawa dari korban ini. Ternyata yang berinisial RA ini adalah mantan kekasih dari korban yang mereka curi tersebut.

Ketika RA sedang menjalan aksinya untuk merampas handphone korban, korban membela diri dengan berteriak dan tidak memberikan handpnone tersebut. Karena mereka takut teriakan dari korban bisa didengar oleh orang yang berada disekitar, akhirnya RA mencekik dan membawa korban ke kosannya. Aksi bejatnya ini dibantu oleh SB yang merupakan kekasih dari RA.

“Pelaku dibantu pacarnya untuk melilitkan kabel listrik ke leher korban hingga tewas,” * tutur Siswanto.

RA merupakan pengangguran yang tinggal di Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai. Kekasihnya SB meruapakan mahasiswi yang tinggal di Kecamatan Pangkalan Susu dan korban sendiri mahasiswi yang tinggal di Kecamatan Binjai Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *